
Anggota DPRD Lampung, Fauzi Heri, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah kolaboratif yang diambil oleh tiga kepala daerah dalam menangani masalah banjir yang sering melanda wilayah Bandar Lampung.
Menurutnya, kerjasama tersebut sangat penting dalam mengatasi permasalahan banjir yang tidak hanya disebabkan oleh faktor internal kota, tetapi juga dipengaruhi oleh aliran air yang berasal dari daerah sekitarnya, yakni Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan.
Ketiga kepala daerah yang dimaksud adalah Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana; Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona; dan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama. Fauzi Heri menyatakan bahwa salah satu solusi yang ditempuh oleh ketiga kepala daerah tersebut adalah pembangunan embung sebagai waduk penampung air hujan. Menurutnya, langkah ini merupakan inisiatif strategis yang dapat membantu mengurangi volume air yang menyebabkan banjir. Fauzi juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan proyek ini hingga terealisasi dengan baik.
Lebih lanjut, Fauzi menekankan bahwa masalah banjir dan sampah di Bandar Lampung bukanlah isu yang bisa diselesaikan oleh pemerintah kota semata. Untuk itu, diperlukan kerjasama dan sinergi yang baik antara pemerintah kota dan daerah penyangga lainnya, seperti Pesawaran dan Lampung Selatan. “Banjir yang terjadi di Bandar Lampung tidak hanya disebabkan oleh faktor internal kota, tetapi juga oleh kontribusi dari daerah sekitar. Maka dari itu, kerjasama antar daerah sangat diperlukan untuk mencari solusi yang komprehensif,” ujar Fauzi.
Fauzi juga menyampaikan bahwa Kota Bandar Lampung kini sedang menuju perkembangan yang lebih maju, namun permasalahan banjir tetap menjadi tantangan besar yang harus dihadapi. Oleh karena itu, koordinasi antara kepala daerah menjadi hal yang sangat krusial agar berbagai masalah bisa ditangani secara lebih efektif dan efisien. “Ke depan, kita harus menghadapinya dengan kerjasama yang lebih solid agar masalah seperti banjir bisa teratasi dengan lebih baik,” tambahnya.
Selain soal banjir, Fauzi Heri juga menyentuh masalah lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu pengelolaan sampah di Kota Bandar Lampung. Ia menilai bahwa pengelolaan sampah di kota ini masih sangat kurang optimal, dan hal ini harus segera dibenahi. Fauzi menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian dalam mengatasi permasalahan ini. Masyarakat juga harus ikut berperan aktif dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai.
Ia juga mengimbau agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan saling mengawasi agar sampah tidak terbuang ke sembarang tempat. Menurutnya, jika masyarakat menunjukkan kepedulian dan kedisiplinan dalam menjaga kebersihan lingkungan, maka proses pengelolaan sampah akan menjadi lebih mudah bagi pemerintah. Selain itu, Fauzi berharap kondisi ini bisa mendorong perkembangan bank sampah yang saat ini masih minim di Bandar Lampung.
Fauzi menjelaskan bahwa bank sampah tidak hanya berfungsi untuk menjaga kebersihan, tetapi juga bisa memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ia mencontohkan, mahasiswa dari Institut Teknologi Sumatera (Itera) telah mengembangkan teknologi mesin extruder yang dapat mengolah sampah plastik menjadi biji plastik dengan nilai jual yang tinggi. Hal ini bisa menjadi peluang besar untuk menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat, sekaligus mengurangi dampak buruk sampah plastik terhadap lingkungan.
Namun, Fauzi menekankan bahwa agar pengelolaan sampah bisa berjalan dengan baik, penting bagi pemerintah untuk memberikan edukasi yang lebih intensif kepada masyarakat mengenai cara pemilahan sampah. “Jika masyarakat sudah terbiasa memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah, maka pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung akan menjadi jauh lebih efisien,” katanya. Fauzi berharap edukasi mengenai pemilahan sampah ini dapat diterapkan secara menyeluruh agar Bandar Lampung bisa menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan di masa depan.
Dengan adanya kerjasama yang kuat antara pemerintah daerah dan kesadaran masyarakat yang lebih tinggi, Fauzi percaya bahwa masalah banjir dan sampah yang selama ini menjadi beban berat bagi Kota Bandar Lampung bisa ditangani dengan lebih baik.


