

Di bawah terik Matahari bulan Mei, suara-suara kembali menggema di jalanan. Hari Buruh, yang dahulu penuh semangat juang dan harapan, kini terasa seperti elegi panjang yang mengiringi derap langkah buruh yang gamang.
Mereka membawa poster, menyuarakan tuntutan: “Naikkan upah! Tegakkan keadilan!” Namun, gema itu kini terdengar sayup, nyaris tenggelam dalam realitas pahit: bekerja saja telah menjadi kemewahan.
Sejak awal tahun 2025, gelombang pemutusan kerja menyapu keras, menggugurkan puluhan ribu nyawa dari roda produksi. Ribuan lebih buruh jatuh ke jurang tak pasti. Pesangon tak kunjung datang, harapan pelan-pelan padam. Mereka tak sekadar diberhentikan—mereka dihapus.
Ini bukan hanya perkara rugi. Dunia terlalu cepat, terlalu beringas. Perang dagang membakar pasar, bahan baku menghilang, ekspor tersendat. Industri goyah, dan seperti biasa, buruh menjadi tumbal pertama.

Mereka yang masih bekerja menggenggam pekerjaan seperti bara. Diam bukan karena setuju, tapi takut. Hari ini mereka berteriak, tapi suara itu berdampingan dengan kecemasan: bagaimana bertahan esok hari? Hari Buruh pun berubah menjadi nyanyian getir tentang perjuangan yang belum usai.
Serikat Buruh di Lampung
Kini, salah satu serikat buruh di Bandar Lampung juga turun ke jalan untuk menyuarakan suara masyarakat kecil yang tidak lagi di dengar. Ratusan buruh memenuhi bunderan Tugu Gajah untuk menuntut hak mereka.
Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika mengatakan bahwa unjuk rasa May Day atau peringatan Hari Buruh Internasional di berbagai titik di Lampung berjalan dengan aman dan kondusif. Kamis (01/05/2024).
“Terus perjuangkan aspirasi buruh, laksanakan dengan tertib, laksanakan dengan damai,” kata Helmy dalam keterangan yang diterima di Pos Pantau Aksi Mapolresta Bandar Lampung

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh kelompok buruh dan personel kepolisian, pemerintah daerah TNI dan Masyarakat yang telah bekerja sama dengan baik untuk menciptakan situasi yang aman, tertib, juga damai.
Dengan terwujudnya situasi yang aman dan damai, Helmy menyatakan bahwa hal itu akan memengaruhi iklim investasi untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Indonesia.
“Jaga iklim investasi agar pembangunan di Lampung terus berjalan, terutama dalam pengembangan wisata dan lain-lain.serta jadikan investasi yang ramah untuk membuka ruang untuk meningkatkan kesejahteraan buruh,” ucap Helmy.
Helmy Santika juga meminta kepada seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mencederai perjuangan kelompok buruh.
“Jangan terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin menciderai perjuangan buruh. Terus jaga dan kawal, dan Polri siap mengawal,” ujarnya menambahkan.
Pada kesempatan yang sama, sekelompok Masyarakat menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Kapolda Lampung beserta seluruh jajaran yang telah memberikan pengamanan secara optimal dan humanis kepada seluruh elemen buruh ketika menyampaikan aspirasinya.Terlebih Aksi demo kali ini juga di lakukan Aksi sosial berupa Sunatan Massal serta Pembagian sembako yang berada di wilayah Kecamatan Panjang Bandar Lampung.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak bapak Polisi yang melakukan pengamanan dan juga aksi sosial di hari buruh ini, kami telah terima manfaatnya dan telah memberikan rasa aman dengan baik dan melakukan koordinasi di tingkat lapangan dengan baik,” ungkapan Yuniati salah seorang warga yang anaknya ikut sunatan massal yang gelar sejumlah buruh bekerja sama dengan Bidokes Polda Lampung.
Jurnalis : Aulia Trisia


