
Bandarlampung,Medianasional.id – Relawan MBG Lampung menolak bantuan tunai dan memilih program makan gratis demi menjamin gizi anak serta lapangan kerja bagi masyarakat kecil tanpa ijazah.
Tak Ingin Gizi Anak Jadi Pulsa
Penyelamat Dapur dan Lapangan Kerja
Sikat Habis Koruptor Hingga Akar
Ribuan massa yang didominasi kaum ibu dan relawan memadati kawasan Tugu Adipura, Bandar Lampung, pada Senin (22/6/2026) pagi.
Mereka yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lampung Dukung MBG (AMAL MBG) menggelar aksi damai untuk menuntut keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menolak keras wacana pengalihan program tersebut menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Massa yang diperkirakan mencapai 2.000 hingga 3.000 orang ini melakukan long march dari Jalan Sriwijaya menuju pusat Kota Bandar Lampung, Tugu Adipura.
Peserta aksi datang dari berbagai wilayah seperti Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Lampung Selatan, untuk menyuarakan aspirasi agar program prioritas nasional ini tidak dihentikan.
Tak Ingin Gizi Anak Jadi Pulsa
Dalam orasinya, perwakilan emak-emak relawan menyatakan kekhawatiran mendalam jika bantuan pangan tersebut diubah menjadi uang tunai.
Mereka menilai skema BLT sangat rawan disalahgunakan dan tidak menjamin asupan gizi sampai ke perut anak-anak.
“Jangan ganti makanan anak kami dengan uang tunai! Kami selaku emak-emak menolak keras kalau program Makan Bergizi Gratis ini mau diganti jadi BLT,” tegas salah satu relawan di atas mobil komando.

Menurutnya, bantuan tunai sering kali melenceng dari tujuan awal karena faktor perilaku konsumtif di tingkat keluarga.
Koordinator Aksi AMAL MBG, Isnan Subkhi, menjelaskan bahwa MBG bukan sekadar soal memberi makan anak sekolah, melainkan sudah menjadi roda penggerak ekonomi bagi masyarakat kelas bawah.
Program ini dinilai memberikan kepastian bagi ibu rumah tangga karena membantu memenuhi kebutuhan “uang dapur” yang selama ini terbatas.
“Program ini berkaitan langsung dengan kehidupan para relawan dan ibu-ibu yang punya anak sekolah. Kita tidak mau kalau program ini dihentikan,” ujar Isnan di sela-sela aksi.
Ia menambahkan bahwa MBG bertujuan memperbaiki gizi anak agar sehat, cerdas, tidak mengalami stunting, serta membantu gizi ibu hamil agar janin yang dikandung lahir sehat.
Selain manfaat kesehatan, MBG telah membuka lapangan kerja masal bagi warga tanpa memandang latar belakang pendidikan.
Di dapur-dapur MBG, masyarakat bisa bekerja sebagai juru masak, pemotong sayur, hingga pengantar makanan.
“Ibu-ibu sepuh atau nenek-nenek yang tadinya cuma luntang-lantung di rumah, sekarang punya harga diri lagi karena bisa ikut bantu kupas bawang dan dapat upah harian,” ungkap salah satu poin orasi dalam aksi tersebut.
Sikat Habis Koruptor Hingga Akar
Tolak BLT, Emak-emak Pilih MBG: Gak Bisa Ditukar Pulsa & Judi
Peserta aksi Aliansi Masyarakat Lampung Dukung MBG (AMAL MBG) mendesak koruptor program MBG dihukum mati
Meski memberikan dukungan penuh, AMAL MBG tetap bersikap kritis terhadap tata kelola anggaran.
Mereka mendesak Pemerintah untuk melakukan audit menyeluruh dan memberikan sanksi tegas terhadap segala bentuk penyimpangan.
“Isnan Subkhi menyoroti adanya dugaan korupsi di tingkat pusat dan meminta agar pengusutan dilakukan secara tuntas.
“Kami berharap ini diusut sampai akar-akarnya. Kami tidak mau program yang dirasakan masyarakat ini tidak berjalan maksimal karena dana MBG dikorupsi,” tegas Isnan.
Massa bahkan menuntut agar para pelaku korupsi anggaran MBG dihukum mati karena dianggap merampas hak anak-anak untuk mendapatkan gizi yang layak.
AMAL MBG berharap Presiden Prabowo tetap mempertahankan format MBG sebagai makanan nyata demi masa depan generasi Indonesia Emas melalui enam poin tuntutan berikut:
Mempertahankan dan melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis sebagai Program prioritas nasional yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menjamin keberlangsungan dan perluasan manfaat Program MBG agar dapat menjangkau seluruh sasaran penerima secara tepat dan merata.
Menangkap dan mengadili seluruh pelaku korupsi yang terlibat dalam penyalahgunaan anggaran maupun pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tanpa pandang bulu.
Melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Program MBG untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pelaksanaannya.
Memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang melakukan kecurangan, baik individu maupun lembaga yang terbukti merugikan masyarakat dan Negara.
Memperkuat pengawasan publik dengan melibatkan masyarakat, lembaga pengawas, dan unsur terkait dalam pengawalan Program MBG. –
Jurnalis: Andri.


